14 Bulan Tanpa Dia
Siang itu saat matahari panas panasnya tepat di atas kepala langkah Vera terhenti oleh sebuah badan yang kurus ceking,“heyy misi dong saya buru buru”celetuk Vera ketika Aan masih saja menghalangi langkahnya.
Tiba tiba Aan menarik tangan Vera kemudian membawanya ke tempat yang tidak terlalu banyak siswanya,“Ver ada yang mau saya tanyain ke kamu” kata Aan dengan suara sedikit kecil yang sudah pasti mungkin tidak ada yang mendengarnya,dengan mengerutkan keningnya Vera bergerutu“apaan tumben pake acara narik narik tangan segala,cepetan saya sudah mau masuk ke lab nih”. Dengan nada yang meyakinkan Aan langsung mengatakan maksudnya menarik Vera ke tempat yang sepi
“sebenarnya tidak penting penting banget sih tapi ntalah,awi masih sayang sama kamu.katanya kamu mantannya yang paling dia sayang”.
Seperti gelas yang jatuh yang kemudian langsung retak seperti itu pula yang dirasakan Vera ketika mendengar apa yang Aan katakan tadi,
“hmm,Cuma itu aja yah kalo begitu duluan yah, saya sudah mau praktek nih.” Dengan buru buru Vera meninggalkan Aan dangan perasaan yang sangat kacau,sedangkan Aan cuma bisa menggelengkan kepala melihat Vera yang melangkah dengan cepat meninggalkannya.
Semenjak itu pikiran Vera selalu terusik,belakangan Vera jadi tidak konsentrasi belajar memikirkan kalau orang yang dia masih sayang juga punya perasaan yang sama dengannya.
“arghh..kenapa sih awi terus awi terus yang ada di kapalaku ini,ughh ingin sekali rasanya hilang ingatan biar awi itu tidak ganggu pikiranku,Aan lagi pake nanya hal hal yang sudah jauh tidak pernah terpikirkan” sepanjang hari Vera Cuma pikirin itu terus sambil meneteskan air matanya.
Sepanjang hari liburnya Vera Cuma bisa menangis sambil mengingat semua kenangan kenangannya bersama Awi di temani dengan lagu armada-pemilik hati . Seperti memasuki dimensi waktu,Vera seakan masuk ke masa lalunya 13 bulan yang lalu saat awi menyatakan cintanya.
Tepat pukul 00.00 Vera menjawab iya atas pernyataan awi untuk menjadi pacarnya,,semenjak saat itu Vera memiliki hari hari yang indah. Bercanda bersama,jalan,pergi nonton telvonan sampai larut malam.
Sifat awi yang manja,lucu,konyol,di tambah dengan pipi awi yang tembem buat Vera begitu rindu dan ingin mengulangnya namun Vera tersadar itu sangat mustahil. Sempat ada pikiran untuk mengajak awi menjadi pacarnya lagi tapi saat itu Awi sudah bersama perempuan lain. Mungkin itu pun yang terjadi pada Vera tapi semua itu hanya pelarian,perasaan Vera sangat kuat terhadap Awi
10 bulan bersama Awi dengan banyak cerita membuat Vera tak bisa melupakannya.
Saat Awi sedang di atas berjaya bersama teman dan kesenangannya,Vera seakan jatuh dan terbuang seperti tak di anggap oleh Awi dan teman temannya untung Vera punya punya sahabat yang selalu ada untuk menyadarkannya,tapi itu tidak mampan karena rasa sayang Vera begitu besar kepada Awi. Vera sekarang merasa terusik dengan harapan yang muncul,dia berharap bisa bersama dengan awi sampai lulus lulusan sekolah tapi mungkin itu sangat tidak mungkin terjadi dan Vera menyadarinya.
Vera menghitung hari harinya tanpa dia,seketika dia baru tersadar bulan maret nanti Vera sudah 14 bulan tanpa dia lagi walaupun satu sekolahan yang artinya semenjak mereka jadian harusnya mereka sudah 2 tahun memiliki hubungan lebih tapi Awi sudah tak ada lagi dalam rengkuhan Vera selama 14 bulan dan selama itu Vera merasakan sedih,senang,cemburu dan kesabaran .
Thank’s for time J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar